Adsense Link 728 X 15;

Contoh makalah Pertanian

Posted by kumpulan referensi skripsi Rabu, 14 Maret 2012 0 komentar
Adsense Content. recommended 336 X 300

PENDAHULUAN




Ketahanan ekonomi nasional sangat berkaitan dengan kehandalan ekonomi rakyatsehingga paradigma ekonomi yang dianut dewasa ini adalah pembangunan yang bertumpupa-da kekuatan rakyat. Artinya, pembangunan semakin memberdayakan ekonomi rakyatkecil dan menengah untuk meningkatkan efisiensi ekonomi nasional. Berdasarkanpemikiran tersebut maka pengembangan pertanian lahan kering semakin ditingkatkandengan semakin meningkat-nya kebutuhan hasil pertanian yang dipicu oleh pesatnya lajupertumbuhan penduduk.Kendala utama pengembangan potensi pertanian lahan kering adalah keterbatasanair lahan. Usahatani irigasi air tanah merupakan inovasi untuk mengatasi hal tersebut danpengem-bangan terluas di Pulau Lombok adalah di Kabupaten Lombok Timur yangpotensi lahan keringnya 71,86% dari total lahan pertanian yang ada. Kegiatan pemboransumur dimulai sejak TA 1974/1975 dan terus berkembang hingga tahun 1997; selanjutnyasumur pompa beroperasi sejak tahun 1987 (Bagian Proyek Pengembangan Air TanahPulau Lombok, 1997).Modal awal pengembangan jaringan irigasi air tanah serta biaya operasional tahunpertama dan kedua adalah subsidi pemerintah untuk memudahkan petani mengadopsinya.Adopsi inovasi ini menuntut partisipasi anggota masyarakat. Di sisi lain, keberadaaninovasi membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas lahan kering. Namun,bagaimanakah keragaan adopsi inovasi di tingkat petani serta keragaan diversifikasi usahaberbasis usahatani lahan kering sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan sertabagaimanakah dampaknya tersebut terhadap konsumsi pangan dan non pangan keluarga
Indonesia adalah wilayah tropis, beriklim basah, serta berada di wilayah khatulistiwa yang terbentang antara 23o 17’ Lintang Utara dan 23o 17’ Lintang Selatan. Daerah ini memungkinkan tumbuhnya berbagai macam tumbuhan dengan subur. Berbagai macam buah-buahan, seperti durian, rambutan, lengkeng tumbuh liar di hutan Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Namun, masih terlalu sedikit yang dibudidayakan, padahal buah-buahan tersebut merupakan harta alam yang sangat berharga.
Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia sangat besar. Oleh sebab itu dengan potensi alam dan potensi plasma nutfah tersebut sangat memungkinkan bagi pengembangan buah-buahan tropis menjadi komoditi unggulan. Komoditi buah-buahan tropis Indonesia merupakan produk yang eksotik, khususnya tanaman buah-buahan tahunan (perennial). Keanekaragaman jenis buah-buahan merupakan sumber genetik yang sulit ditemukan di daerah lain. Plasma nutfah ini dapat menjadi bahan utama dalam perakitan jenis baru atau varietas unggul buah-buahan di masa datang.
 

KERANGKA PPIKIR
Pada level industri, ekstrak vanili alami umumnya diproses menggunakan
buah vanili kering yang telah melalui proses kuring karena buah vanili segar tidak
memiliki aroma. Proses kuring dapat dilakukan dengan beberapa cara, tapi pada
prinsipnya metode kuring yang dilakukan di Indonesia tidak jauh berbeda dengan
metode kuring klasik yang dilakukan di negara-negara lainnya seperti Madagaskar
dan Meksiko. Tahap pertama adalah killing dengan mencelupkan vanili segar ke
dalam air panas 650C selama 2-3 menit. Setelah itu dilakukan pemeraman
(sweating atau fermenting) selama 48 jam agar terjadi reaksi enzimatik dalam
buah untuk pembentukan aroma, dimana pada tahap ini b-glukosidase mengubah
glukovanilin menjadi vanilin dan glukosa. Tempat fermentasi terbuat dari peti
kayu yang dilapisi serbuk gergaji atau styrofoam untuk mempertahankan suhu 38-
400C. Tahap selanjutnya adalah pengeringan (drying) dengan sinar matahari
selama 10-20 hari dari jam 8.00-10.00, lalu dibungkus kain hitam dan dijemur
kembali jam 14.00-15.00 dan dibungkus lagi pada malam harinya. Setelah itu
dilakukan pengeringan lambat dengan suhu 28-290C dan kelembaban 80% selama
30-35 hari. Tahap terakhir adalah pemantapan aroma (conditioning) dengan
menyimpan vanili di dalam kotak kering selama 2-3 bulan (Deptan 2004).
Buah vanili segar tidak memiliki aroma karena vanilin yang merupakan
komponen flavor utama masih terikat sebagai glukosida dan harus dibebaskan
5
melalui reaksi enzimatik. Goris (1947), diacu dalam Purseglove et al. (1981),
menemukan bahwa vanili segar mengandung paling sedikit 4 glukosida yang
menghasilkan vanilin dan komponen flavor lainnya. Glukosida dengan jumlah
tertinggi adalah glukovanilin. Selanjutnya glukovanililalkohol ditemukan dalam
jumlah yang lebih sedikit, diikuti oleh glukosida dari asam protokatekuat (asam
3,4-dihidroksi benzoat).
Adanya enzim hidrolitik yang dapat memecah glukovanilin menjadi vanilin
pertama kali dicatat oleh Lecompt tahun 1913 yang didukung oleh Arana tahun
1943 yang menyatakan itu sebagai b-glukosidase. Beberapa hasil penelitian
menunjukkan bahwa prekursor flavor terutama terakumulasi dalam jaringan
plasenta di sekeliling biji, dimana biji dan dinding buah bagian luar tidak
mengandung glukovanilin (Havkin-Frenkel et al. 2004; Kuras et al. 1999, diacu
dalam Odoux et al. 2003; Odoux et al. 2003). Aktifitas enzim b-glukosidase
sendiri beberapa kali lebih tinggi dalam dinding buah bagian luar dari pada dalam
jaringan plasenta dan glandular sel rambut (Havkin-Frenkel et al. 2004). Bahkan
Arana (1943) diacu dalam Odoux et al. (2003), menyatakan bahwa b-glukosidase
terdapat dalam dinding buah bagian luar, sedangkan jaringan plasenta sama sekali
tidak mengandung aktifitas b-glukosidase. Artinya bahwa enzim dan substrat
terdapat dalam lokasi yang berbeda dalam buah, sehingga proses kuring berfungsi
memicu terjadinya difusi glukovanilin dari bagian pusat ke permukaan buah. Di
sisi lain, menurut Odoux et al. (2003), b-glukosidase terutama berlokasi dalam
lamina plasenta dan dengan jumlah yang lebih sedikit terdapat dalam papila.
Enzim dan substrat terdapat dalam jaringan yang sama, meskipun mungkin
terdapat dalam 2 bagian berbeda di dalam sel (sitoplasma dan atau periplasma
untuk b-glukosidase dan vakuola untuk glukovanilin). Hal inilah yang
menyebabkan mengapa kuring perlu dilakukan. Hidrolisis glukovanilin yang
terjadi pada tahap pematangan lambat ketika buah menjadi hitam dan pada tahap
awal kuring, dapat disebabkan adanya perubahan tonoplas sehingga membran
sitoplasma dan dinding sel bersatu. Pada Gambar 1 ditunjukkan reaksi hidrolisis
yang terjadi pada glukovanilin oleh b-glukosidase
(http://www.uyseg.org/greener_industry/ pages/vanilin/1Vanilin_AP.htm 2005).
Adsense Content. bottom of article

0 komentar:

Posting Komentar